sekarang sumber air sodekat beta sonda perna terlambat lagi lebih mudah bantu mama ambil air untuk mandi ade...
mungkin teman-teman semua pernah mendengar dialog dari sebuah iklan AMDK (air minum dalam kemasan) tersebut akhir-akhir ini. ya saat ini iklan terbaru dari Aqua memang tengah gencar di stasiun-stasiun tv swasta. iklan terbarunya ini bermotif kebaikan para pembeli Aqua yang bisa menyelamatkan kebutuhan orang-orang di NTT akan air bersih. dengan program 1 untuk 10 dimana setiap 1 liter air minum Aqua akan disumbangkan untuk 10 liter air bersih di NTT sana, Aqua selaku produsen AMDK terbesar di Indonesia dan menguasai sebagian pasar di Asia bersikap seolah-seolah menjadi penyelamat.
padahal seperti kita ketahui, jika justru oleh akibat dari eksploitasi perusahaan-perusahaan AMDK-lah krisis akan air bersih sampai tejadi. hal ini mungkin memang belum dirasakan secara langsung oleh kita yang hidup di kota besar yang semua kebutuhan akan air bersih relatif mudah kita dapatkan. namun di daerah terpencil macam di NTT itulah masalah ini muncul.
untuk lebih meyakinkan tentang hal di atas mari kita lihat dulu data dari fakta yang terjadi di lapangan. sebagai contoh, salah satu sumber mata air yang dieksploitasi oleh Aqua adalah mata air Kubang di Babakan Pari Sukabumi. Aqua mulai memasuki desa ini sejak tahun 1992 dan sejak itulah daerah yang semula adalah lahan pertanian ini menjadi zona ekslusif. para penduduk sekitar dilarang keras memasuki daerah ini tanpa ada izin dari pihak Aqua yang ada di Jakarta. namun itu bukanlah satu-satunya kerugian yang dialami oleh mereka (penduduk), sejak 1994 Aqua pun semakin serakah dengan tidak hanya mengambil air permukaan yang sudah ada di atas tanah namun kemudian menggunakan bor-bor canggih untuk bisa mendapatkan air lebih banyak lagi. dan kerugian langsung dirasakan oleh para penduduk sekitar seperti menurunnya debit air yang ada di sumur-sumur warga dan juga berkurangnya kualitas dari air tersebut sehingga tidak jernih lagi. akses warga akan air yang bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci, memasak dan mandi pun menjadi terganggu apalagi untuk minum. semuanya menjadi berubah oleh akibat dari eksploitasi tersebut. dan karena saya masih punya keluarga di Sukabumi maka saya pun bisa merasakan semua itu secara langsung. satu lagi, produsen AMDK di Indonesia selain Aqua masih ada 246 perusahaan serupa. dan yang menjadi catatan saya adalah fakta jika produksi AMDK ini sangatlah boros. coba bayangkan, menurut data dari ASPADIN (asosiasi perusahaan air minum dalam kemasan Indonesia) produksi AMDK setiap tahunnya membutuhkan sekitar 11,5 miliar liter air yang mana dari jumlah itu hanya sekitar 7,5 miliar sajalah yang menjadi AMDK. selebihnya terbuang percuma untuk pencucian dan pemurnian. sebegitu banyaknya air yang dibuang sementara kita harus mengeluarkan uang untuk mengkonsumsinya dan membuat daerah yang sering dilanda kekeringan semakin kesulitan.
karena itu mungkin sudah saatnya kita sebagai konsumen lebih bijak lagi. salah-satunya dengan jangan percayai iklan yang melebih-lebihkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada macam iklan Aqua ini. sungguh muak rasanya melihat anak NTT itu ( sebuah dramatisasi dari aqua) memuji-muji Aqua sementara di tempat lain banyak orang yang menjadi kesulitan karena mereka. sebab pada akhirnya saya percaya, jika manusia itu memang tidak pernah akan terlepas dari nafsu serakah. apalagi setelah Aqua merger dengan Danone. perusahaan asal Prancis yang saat ini nomor satu di dunia di bidang dairy products
Rabu, 21 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar
Semua orang boleh berkirim comment disini, silahkan kalian keluarkan unek-unek kalian asal ingat jangan janjian perang disini hehehe!!!!!!